Meluruskan Mitos: Vitamin C Itu Tak Harus Asam, Lho!

Meluruskan Mitos: Vitamin C Itu Tak Harus Asam, Lho!

Meluruskan Mitos: Vitamin C Itu Tak Harus Asam, Lho Melainkan Ada Juga Yang Mempunyai Rasa Manis Dari Jenisnya. Halo para pencinta hidup sehat dan anda yang selalu ingin tahu fakta menarik seputar nutrisi! Seringkali kita langsung membayangkan rasa kecut saat mendengar kata Vitamin C, bukan? Tentu seolah-olah vitamin penting ini selalu identik dengan jeruk, lemon, atau buah-buahan asam lainnya. Nah, siapkan diri anda untuk meluruskan pemahaman tersebut! Ternyata, ada mitos besar yang selama ini melekat erat di benak kita. Terlebih seorang dokter ahli baru-baru ini mengungkapkan fakta mengejutkan: sumber satu ini itu tidak melulu harus memiliki rasa asam, lho! Ini artinya, bagi anda yang kurang menyukai rasa asam. Dan ada banyak pilihan lain yang tak kalah kaya akan kandungan ini. Serta tentunya lebih ramah di lidah. Penasaran apa saja sumber ini yang manis dan segar? Mari kita Meluruskan Mitos bersama rahasia di balik nutrisi esensial ini!

Mengenai ulasan tentang Meluruskan Mitos: vit c itu tak harus asam, lho telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.

Tidak Semua Sumber Vit C Rasanya Asam

Tidak semua makanan yang mengandung ini memiliki rasa asam. Meskipun banyak orang mengasosiasikannya. Terlebihnya dengan buah-buahan asam seperti jeruk, lemon, dan nanas. Anggapan bahwa ia selalu hadir dalam makanan yang terasa asam sebenarnya keliru. Tentu rasa asam pada buah dan sayur berasal dari kandungan asam organik. Contohnya seperti asam sitrat, bukan semata-mata darinya itu sendiri. Oleh karena itu, ada banyak sumbernya yang rasanya tidak asam sama sekali. Bahkan cenderung manis atau hambar. Sebagai contoh, jambu biji memiliki kandungannya yang sangat tinggi. Bahkan lebih tinggi dari jeruk, namun rasa buah ini cenderung manis. Begitu pula dengan paprika merah, sayuran ini kaya kandungan ini. Akan tetapi tidak memiliki rasa asam seperti buah sitrus. Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan daun kelor.

Meluruskan Mitos: Vitamin C Itu Tak Harus Asam Dan Ternyata Rasa Lain, Lho!

Kemudian juga masih Meluruskan Mitos: Vitamin C Itu Tak Harus Asam Dan Ternyata Rasa Lain, Lho!. Dan fakta lainnya adalah:

Rasa Asam Tidak Menentukan Kandungan Vitamin Ini

Anggapan bahwa rasa asam menandakan tingginya kandungan satu ini dalam suatu makanan ternyata tidak sepenuhnya benar. Terlebih rasa asam pada buah. Dan juga sayuran memang kerap di asosiasikan dengan kandungan ini. Akan tetapi kenyataannya rasa asam di sebabkan oleh adanya asam organik, seperti asam sitrat, asam malat, atau asam tartarat. Namun bukan oleh vitamin itu sendiri. Atau yang secara kimia di kenal sebagai asam askorbat. Kandungan satu ini bisa tinggi maupun rendah. Kemudian juga bisa terlepas dari seberapa asam makanan tersebut. Contoh nyata dari hal ini adalah jeruk nipis, yang memiliki rasa sangat asam. Namun juga kandungannya justru bisa lebih rendah di bandingkan jambu biji. Terlebih yang rasanya lebih manis. Jambu biji mengandung lebih dari 200 mg vitamin C per 100 gram.

Sedangkan jeruk nipis hanya sekitar 30–50 mg per 100 gram. Perbandingan ini menunjukkan bahwa rasa bukanlah indikator yang akurat. Serta nantinya untuk menilai kandungan nutrisi, khususnya vitamin C.  Selain itu, buah tomat juga memiliki sedikit rasa asam namun hanya mengandung vit ini dalam jumlah sedang. Sebaliknya, paprika merah, yang rasanya tidak terlalu asam. Akan tetapu justru mengandung vitamin ini yang sangat tinggi. Hal ini membuktikan bahwa rasa lidah manusia tidak bisa di jadikan acuan tunggal dalam menilai manfaat gizi suatu makanan. Dokter dan ahli gizi mengingatkan bahwa penting bagi masyarakat untuk tidak menilai gizi makanan hanya dari cita rasanya. Serta menganggap semua makanan yang tidak asam berarti tidak mengandungnya. Tentunya hal satu ini adalah mitos yang perlu di luruskan kedepannya. Dalam konteks pemenuhan gizi harian, yang lebih penting adalah mengetahui jenis makanan.

Rahasia Vit C: Ada Yang Manis Dan Segar, Kata Ahli

Selain itu, masih ada Rahasia Vit C: Ada Yang Manis Dan Segar, Kata Ahli. Dan fakta lainnya adalah:

Vit C Juga Terdapat Dalam Sayuran Dan Umbi

Kandungan satu ini selama ini lebih di kenal berasal dari buah-buahan berasa asam. Tentunya seperti jeruk, lemon, atau kiwi. Namun, fakta ilmiah menunjukkan bahwa sayuran. Dan umbi-umbian juga merupakan sumbernya yang sangat baik. Terlebih menariknya, sebagian besar dari makanan ini tidak memiliki rasa asam. Hal ini memperkuat pernyataan bahwa sumbernya tidak selalu identik dengan rasa asam yang tajam di lidah. Berbagai sayuran hijau seperti bayam, brokoli, sawi, kangkung. Kemudian juga daun kelor ternyata mengandung vitamin C dalam kadar yang cukup tinggi. Misalnya, dalam 100 gram brokoli rebus. Dan juga terdapat sekitar 90–100 mg vitamin C. Sementara daun kelor segar bahkan bisa mengandung lebih dari 200 mg vitamin C per 100 gram. Maka hal ini yang menjadikannya salah satu sumber terbaik yang kerap tidak di ketahui masyarakat luas.

Selain itu, umbi-umbian seperti kentang dan ubi jalar juga menyumbang vitamin C dalam pola makan harian. Kentang rebus misalnya, mengandung sekitar 20 mg vitamin C per 100 gram. Walaupun tidak setinggi buah-buahan, kehadiran vitamin C dalam kentang menjadi penting terutama di daerah atau kondisi tertentu di mana akses terhadap buah segar terbatas. Fakta ini menjadi relevan dalam edukasi gizi, terutama karena sayuran dan umbi biasanya tidak menimbulkan rasa asam. Sehingga lebih mudah di konsumsi oleh individu dengan masalah lambung atau yang tidak menyukai makanan asam. Ini juga membuka alternatif sumbernya yang luas bagi anak-anak, lansia. Ataupun juga dengan pasien tertentu yang harus menghindari rasa asam yang tajam. Oleh karena itu, memahami bahwa ia juga terdapat dalam sayur. Dan juga dengan umbi mengingatkan kita bahwa pemenuhan kebutuhannya tidak harus bergantung pada buah sitrus saja.

Rahasia Vit C: Ada Yang Manis Dan Segar, Kata Ahli Yang Selama Ini Salah Artikan

Selanjutnya juga masih ada Rahasia Vit C: Ada Yang Manis Dan Segar, Kata Ahli Yang Selama Ini Salah Artikan. Dan fakta lainnya adalah:

Suplemen Vit C Juga Bisa Tanpa Rasa Asam

Selain dari makanan alami seperti buah dan sayuran. Tentunya ia juga tersedia dalam bentuk suplemen, yang kini hadir dalam berbagai formula dan bentuk penyajian. Salah satu keunggulan dari suplemen adalah kemampuannya untuk menghadirkannya tanpa rasa asam. Maka hal ini menjadikannya lebih ramah bagi orang-orang dengan kondisi lambung sensitif. Ataupun yang tidak menyukai rasa asam yang tajam di lidah. Suplemen ini umumnya di produksi dalam berbagai bentuk, seperti tablet, kapsul, bubuk larut air, tablet hisap, hingga suntikan intravena. Akan tetapi tergantung kebutuhan medis atau preferensi konsumen.

Beberapa dari suplemen ini menggunakan bahan tambahan perasa netral atau manis. bahkan ada juga yang tidak berasa sama sekali. Karena di lapisi atau di kemas khusus agar tidak menimbulkan sensasi asam saat di konsumsi. Contohnya, suplemen vitamin C yang berbentuk tablet salut enterik dirancang agar tidak larut di lambung, melainkan langsung di usus, sehingga menghindari rasa asam dan efek samping seperti iritasi lambung. Ada pula bentuk buffered vitamin C, yakni kombinasi asam askorbat dengan mineral seperti kalsium atau magnesium. Maka hal ini yang menjadikan pH-nya lebih netral. Sehingga tidak terasa asam saat di minum.

Jadi itu dia beberapa fakta vit C itu tak harus asam terkait bahasan kita tentang Meluruskan Mitos.