Site icon BeritaTerkini24

Prilly Minta Maaf Usai Polemik “Open to Work” di LinkedIn

Prilly

Prilly Minta Maaf Usai Polemik “Open to Work” di LinkedIn

Prilly Menjadi Perbincangan Hangat Publik Setelah Ia Mengaktifkan Fitur “Open To Work” Di Akun Profesionalnya Di LinkedIn. Sebuah langkah yang kemudian memicu kontroversi di media sosial. Menyikapi reaksi luas dari warganet, Prilly akhirnya angkat suara dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui video yang di unggah di akun Instagram pribadinya.

Awal polemik ini bermula ketika Prilly memasang status #OpenToWork di LinkedIn. Sebuah fitur yang biasa di gunakan oleh pencari kerja untuk memberi tahu calon perekrut bahwa mereka sedang mencari peluang profesional. Namun, langkah ini ternyata di tanggapi berbeda oleh publik. Banyak netizen yang menilai tindakan tersebut kurang sensitif dan tidak peka terhadap kondisi banyak orang. Yang tengah mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan di tengah situasi ekonomi yang menantang.

Status tersebut bahkan menarik perhatian lebih dari 30 ribu permintaan koneksi dari perusahaan, organisasi. Dan pelaku usaha di LinkedIn yang tertarik akan profilnya, menurut unggahan dari Prilly sendiri. Namun momentum itu justru memunculkan tafsir yang beragam. Termasuk anggapan bahwa langkahnya itu merupakan gimmick atau kampanye promosi, bukan ekspresi pribadi yang tulus.

Permintaan Maaf dan Klarifikasi Prilly Latuconsina

Menanggapi kritik dan reaksi gaduh dari publik, Prilly Latuconsina memilih untuk memberikan klarifikasi melalui sebuah video yang di unggah pada akun Instagramnya. Dalam klarifikasi tersebut, ia menyampaikan permintaan maafnya secara tulus kepada masyarakat yang merasa tercewakan, marah, atau tidak nyaman dengan unggahan status “Open to Work”-nya.

“Aku mohon maaf dengan setulus hati kalau kejadian ini telah timbul rasa tidak nyaman atau kesalahpahaman. Ini sama sekali bukan harapanku,” ujar Prilly dalam video tersebut. Ia juga menegaskan bahwa dari awal tidak pernah bermaksud bersikap tidak empati atau tidak sensitif terhadap situasi sulit yang tengah di hadapi banyak pencari kerja.

Prilly akui bahwa posisi sebagai publik figur dengan pengalaman hidup yang berbeda tentu berbeda di bandingkan dengan banyak masyarakat yang sedang perjuangan mencari pekerjaan. Ia menyatakan memahami mengapa pilihan tersebut bisa terasa menyakitkan bagi sebagian pihak.

Lebih lanjut, Prilly menjelaskan bahwa alasan utama ia menggunakan fitur “Open to Work” bukanlah karena tidak punya kegiatan, tetapi untuk membuka peluang kolaborasi lintas industri dan memperluas jejaring profesional. Termasuk bidang atau pekerjaan yang belum pernah ia jajaki sebelumnya. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari proses pembelajaran dan upayanya untuk terus bertumbuh dalam kariernya.

Reaksi Publik dan Perdebatan

Polemik ini memicu beragam respons dari warganet. Sebagian pihak merasa Prilly kurang bijak dalam memilih waktu dan konteks untuk mengaktifkan fitur tersebut. Terutama di tengah kondisi sosial ekonomi yang menempatkan banyak orang di posisi rentan mencari pekerjaan. Banyak netizen menyampaikan kekecewaan mereka di media sosial, dengan kritik yang tajam dan emosional terhadap unggahan tersebut.

Ada pula yang mengaitkan isu ini dengan peran influencer dan selebritas dalam menunjukkan empati sosial. Bagaimana langkah publik figur seringkali di nilai sebagai representasi moral di mata publik, bukan hanya pilihan pribadi. Hal ini menunjukkan betapa ekspektasi publik terhadap figur publik kini sangat tinggi. Terutama ketika mereka menggunakan platform profesional yang biasa di pakai oleh pencari kerja sebenarnya.

Pesan Prilly ke Publik

Dalam pernyataannya, Prilly menekankan bahwa tindakannya sama sekali tidak bertujuan untuk mengambil peluang dari orang lain yang benar-benar membutuhkan pekerjaan, melainkan semata sebagai dorongan untuk memperluas pengalaman profesionalnya sendiri. Ia juga berterima kasih atas masukan, perhatian, dan pengertian dari publik meskipun menegaskan ia tetap berkomitmen menjalani kerja sama dan aktivitas yang memiliki dampak positif.

Permintaan maaf ini sekaligus menjadi contoh bagaimana figur publik perlu sensitif terhadap persepsi sosial dan realitas masyarakat ketika mengambil keputusan yang dapat menjadi konsumsi publik luas.

Exit mobile version