Site icon BeritaTerkini24

Mobil Hybrid Terendam Banjir: Awas Risiko Kerusakan Mahal!

Mobil Hybrid Terendam Banjir: Awas Risiko Kerusakan Mahal!

Mobil Hybrid Terendam Banjir: Awas Risiko Kerusakan Mahal!

Mobil Hybrid Terendam Banjir: Awas Risiko Kerusakan Mahal Yang Menjadi Peringatan Penting Bagi Para Penggunanya. Halo, Sobat Otomotif! Apa kabar kendaraan kesayangan kalian di tengah cuaca yang sedang tidak menentu ini? Semoga mobil kalian selalu terparkir aman di tempat yang tinggi dan bebas dari jangkauan air, ya! Bagi para pemilik Mobil Hybrid, datangnya musim hujan dengan risiko banjir yang mengintai bukan sekadar masalah kemacetan biasa. Di balik kecanggihan teknologi mesin ganda yang efisien. Maka tersimpan kerentanan besar terhadap musuh bebuyutan bernama air. Dan perlu di sadari bahwa mobil hybrid bukanlah mobil konvensional biasa. Terlebih ia membawa baterai bertegangan tinggi dan rangkaian modul elektronik yang sangat sensitif. Sekali air merendam sistem kelistrikan utamanya. Kemudian mimpi buruk berupa biaya perbaikan yang fantastis bisa segera menjadi kenyataan. Mari kita simak penjelasannya agar anda lebih waspada.

Mengenai ulasan tentang Mobil Hybrid terendam banjir: awas risiko kerusakan mahal telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.

Sistem Listrik Tegangan Tinggi Yang Sensitif

Ia menggunakan sistem kelistrikan bertegangan tinggi, umumnya berkisar antara 200–600 volt. Terlebih jauh di atas sistem kelistrikan mobil konvensional yang hanya 12 volt. Tegangan tinggi ini diperlukan untuk menggerakkan motor listrik. Dan jugamenyimpan energi pada baterai hybrid, serta mengatur aliran daya melalui inverter dan converter. Sistem ini di rancang efisien. Akan tetapi memiliki tingkat sensitivitas yang sangat tinggi terhadap air. Saat ia terendam banjir, air berpotensi masuk ke area baterai, modul kontrol, dan jalur kabel tegangan tinggi. Meskipun pabrikan telah memberikan perlindungan berupa sealing dan insulasi. Dan kondisi banjir di dunia nyata seringkali melibatkan air kotor, lumpur, dan zat korosif. Kontaminasi ini dapat merusak lapisan isolator, menyebabkan korsleting, kebocoran arus listrik. Ataupun penurunan resistansi, yang berbahaya bagi kendaraan dan penumpang. Salah satu komponen paling rentan adalah baterainya. Baterainya tersusun dari banyak sel terhubung secara seri dan paralel.

Mobil Hybrid Terendam Banjir: Awas Risiko Kerusakan Mahal Dan Bikin Boncos!

Kemudian juga masih membahas Mobil Hybrid Terendam Banjir: Awas Risiko Kerusakan Mahal Dan Bikin Boncos!. Dan fakta lainnya adalah:

Baterainya Berisiko Rusak Permanen Jika Terendam Banjir

Ia merupakan komponen inti dan termahal dalam sistem hybrid. Umumnya baterai ini berjenis lithium-ion atau nickel-metal hydride (NiMH). Terlebih yang bekerja pada tegangan tinggi dan di rancang untuk kondisi kering serta lingkungan yang sangat terkontrol. Ketika baterai terendam banjir, risiko kerusakan yang terjadi bukan hanya bersifat sementara. Akan tetapi dapat menjadi permanen dan tidak dapat di pulihkan secara aman. Saat air banjir masuk ke dalam rumah baterai (battery pack), air dapat menembus seal, ventilasi, atau celah mikro. Terlebih yang sebenarnya tidak di rancang untuk terendam dalam waktu lama. Terlebih lagi, air banjir biasanya mengandung lumpur, garam. Dan juga zat kimia yang bersifat konduktif dan korosif. Kondisi ini dapat menyebabkan hubungan arus pendek antar sel. Kemudian juga dengan kebocoran listrik, serta penurunan daya isolasi pada baterai.

Kerusakan paling berbahaya terjadi pada sel baterai. Jika air bereaksi dengan material kimia di dalam sel. Maka akan dapat terjadi reaksi kimia tidak normal yang memicu panas berlebih, pembengkakan sel. Tentunya hingga potensi thermal runaway atau kebakaran. Karena risiko keselamatan ini, pabrikan dan bengkel resmi umumnya melarang perbaikan parsial. Terlebihnya pada baterai hybrid yang pernah terendam banjir. Selain itu, baterai hybrid di lengkapi Battery Management System (BMS). Karena yang berfungsi mengatur suhu, arus, dan tegangan tiap sel. Dan paparan air dapat merusak sensor, modul kontrol, dan papan sirkuit BMS. Sehingga sistem tidak lagi mampu memantau kondisi baterai secara akurat. Jika BMS terganggu, baterai di anggap tidak aman untuk di gunakan. Meskipun secara fisik masih terlihat normal. Fakta lain yang memperparah kondisi adalah korosi internal dalam jangka yang panjang.

Banjir Jadi Mimpi Buruk Pemilik Mobil Hybrid? Ini Alasannya

Selain itu, masih membahas Banjir Jadi Mimpi Buruk Pemilik Mobil Hybrid? Ini Alasannya. Dan fakta lainnya adalah:

Biaya Penggantian Baterai Bisa Puluhan Hingga Ratusan Juta Rupiah

Ia merupakan komponen termahal dalamnya sekaligus penentu utama efisiensi dan performa kendaraan. Tidak seperti aki 12 volt pada mobil konvensional, baterai hybrid adalah battery pack bertegangan tinggi yang terdiri dari ratusan sel, sistem pendingin, sensor. Serta modul kontrol elektronik. Kompleksitas inilah yang membuat biaya penggantiannya sangat tinggi. Harga penggantian baterai hybrid bisa mencapai puluhan juta rupiah untuk model hybrid sederhana. Dan juga menembus ratusan juta rupiah untuk kendaraan hybrid kelas menengah hingga premium. Perbedaan biaya ini di pengaruhi oleh kapasitas baterai, jenis teknologi (NiMH atau lithium-ion). Serta merek dan segmentasi kendaraan. Pada beberapa model tertentu, harga baterai bahkan bisa mendekati 30–50 persen dari harga mobil baru. Faktor lain yang membuat biaya semakin mahal adalah kebijakan pabrikan. Baterai hybrid umumnya di jual sebagai satu unit utuh (sealed unit).

Dan tidak di rekomendasikan untuk di perbaiki sebagian. Ketika baterai terendam banjir, risiko keselamatan di anggap terlalu besar jika hanya mengganti beberapa sel. Sehingga bengkel resmi hampir selalu mewajibkan penggantian satu paket baterai lengkap. Selain harga komponen, biaya tenaga kerja dan prosedur keselamatan juga ikut menambah total pengeluaran. Penggantian baterai hybrid harus dilakukan oleh teknisi bersertifikasi dengan prosedur khusus untuk menangani tegangan tinggi. Proses ini membutuhkan alat khusus, waktu lebih lama. Dan juga standar keselamatan ketat, yang otomatis meningkatkan biaya servis. Tidak hanya itu, penggantian baterai seringkali di ikuti dengan kalibrasi ulang sistem hybrid dan dengan pembaruan perangkat lunak. Sistem kendaraan harus disesuaikan kembali agar baterai baru dapat berfungsi optimal dan aman. Dan juga proses ini tidak sederhana dan hanya bisa dilakukan di bengkel resmi. Atau dengan bengkel khusus hybrid.

Banjir Jadi Mimpi Buruk Pemilik Mobil Hybrid? Ini Alasannya Yang Harus Di Ketahui

Selanjutnya juga masih membahas Banjir Jadi Mimpi Buruk Pemilik Mobil Hybrid? Ini Alasannya Yang Harus Di Ketahui. Dan fakta lainnya adalah:

Kerusakan Sering Bersifat Satu Paket, Bukan Per Komponen

Sistem penggerak listrik di rancang sebagai satu kesatuan terintegrasi antara baterai, inverter, motor listrik, kabel tegangan tinggi. Serta modul kontrol elektronik. Desain ini di buat untuk memastikan efisiensi, keselamatan, dan keandalan. Namun konsekuensinya adalah ketika terjadi kerusakan. Terutama akibat banjir perbaikannya jarang bisa dilakukan secara terpisah per komponen. Saat mobil hybrid terendam banjir, air tidak hanya merusak satu bagian tertentu. Akan tetapi berpotensi menyebar ke seluruh sistem kelistrikan tegangan tinggi. Air banjir yang bersifat konduktif dapat memicu korsleting dan merusak isolasi di berbagai titik sekaligus. Karena kerusakan ini sering terjadi secara menyeluruh dan simultan.

Dan bengkel sulit memastikan hanya satu komponen yang terdampak. Salah satu contoh paling nyata adalah baterai hybrid. Battery pack terdiri dari banyak sel, sensor. Dan juga sistem kontrol yang saling terhubung. Jika satu bagian terkontaminasi air, risiko keselamatan menyebar ke seluruh unit. Oleh karena itu, pabrikan umumnya melarang penggantian sebagian sel. Serta mewajibkan penggantian satu unit baterai secara utuh. Tentunya demi menghindari potensi kegagalan atau kebakaran di kemudian hari. Hal serupa berlaku pada inverter dan power control unit (PCU). Komponen ini memiliki papan sirkuit dan sensor mikro yang sangat sensitif terhadap air dan korosi. Jika satu jalur sirkuit rusak, kinerja keseluruhan unit bisa terganggu. Karena kerusakan internal sulit di perbaiki secara presisi. Kemudian bengkel biasanya mengganti satu modul lengkap. Namun bukan memperbaiki bagian kecil di dalamnya.

Jadi itu dia beberapa fakta jika terendam banjir yang risiko memperbaikinya mahal bagi pengguna Mobil Hybrid.

Exit mobile version