
Marissa Haque Meninggal Pada 2 Oktober 2024. Ia Di Kenal Luas Lewat Banyak Peran Di Industri Film Dan Sinetron Sejak Era Delapan Puluhan. Lahir pada 15 Oktober 1962 di Balikpapan, Marissa menapaki karier sebagai aktris berbakat yang membintangi film-film terkenal. Seperti Tinggal Landas Buat Kekasih (1984) dan Kerikil-kerikil Tajam (1984). Keberhasilan di dunia hiburan mendorongnya meraih penghargaan Piala Citra pada Festival Film Indonesia 1987 untuk nominasi Aktris Pendukung Terbaik. Tetapi, peran Marissa di masyarakat tidak stagnan di dunia hiburan. Ia kemudian masuk ke dunia politik. Bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan PDIP pada 2004 dan menjabat sebagai anggota DPR RI.
Karier politiknya juga berlanjut dengan keikutsertaannya di Partai Amanat Nasional PAN dan Partai Persatuan Pembangunan PPP. Selain itu, Marissa juga ambil bagian sebagai akademisi. Ia meraih gelar doktor dalam bidang Syariah Ekonomi dari Universitas Trisakti dan aktif sebagai dosen di Indonesia Banking School. Marissa juga produktif menulis buku dan jurnal ilmiah di bidang ekonomi dan hukum syariah. Dedikasinya di sektor pendidikan mencerminkan komitmen kuat terhadap progres intelektual dan moral bangsa.
Publik di kejutkan dengan kabar Marissa Haque Meninggal dunia pada usia 61 tahun. Kabar duka ini menyentuh banyak pihak, termasuk pesohor publik dan masyarakat luas yang mengenal karya dan kegigihannya di berbagai bidang. Beberapa saat sebelum meninggal, Marissa masih sempat beraktivitas seperti biasa, tetapi ia meninggal dalam tidurnya. Shahnaz Haque, adik bungsunya, menyampaikan rasa duka mendalam dan mengunggah pesan perpisahan untuk kakaknya. Kepergian Marissa meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya, terutama suaminya, Ikang Fawzi, dan kedua anak mereka. Ikang Fawzi sendiri, yang di kenal sebagai penyanyi rock dan politikus, terlihat tegar walaupun duka mendalam jelas terlihat.
Tanggapan Keluarga, Rekan, Dan Sahabat Mengetahui Marissa Haque Meninggal Dunia
Kabar meninggalnya Marissa Haque pada 2 Oktober 2024 menjadi duka mendalam bagi keluarga, rekan, dan sahabat. Keluarga, terutama suaminya, Ikang Fawzi, serta kedua putrinya, Isabella dan Chiki Fawzi, sangat terpukul. Adik bungsunya, Shahnaz Haque, juga menjelaskan kesedihannya, menyebut bahwa Marissa meninggal dalam tidurnya, sehari setelah beraktivitas seperti biasa. Shahnaz menulis perpisahan menyentuh lewat unggahan media sosial, mengenang saat-saat berharga bersama kakaknya. Kehangatan hubungan kakak dan adik ini sangat terasa bagi banyak pihak, terutama rekan-rekan terdekat mereka.
Selain keluarga, banyak rekan dan sahabat yang ikut menyampaikan belasungkawa. Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta, adalah salah satu tokoh publik yang datang melayat ke rumah duka. Ia mengatakan bahwa kesungguhan dan semangat hidup Marissa Haque terlihat pada kedua putrinya, yang mengikuti karier ibunya dalam berkarya. Anies menegaskan bahwa Marissa bukan hanya di kenal sebagai aktris. Tetapi juga sebagai tokoh yang berperan penting dalam pendidikan dan politik. Rekan-rekan sesama artis dan politikus pun ikut menyampaikan rasa kehilangan mereka. Mayoritas dari mereka mengenang Marissa sebagai pribadi yang kuat, cerdas, dan penuh inspirasi. Kiprahnya di dunia politik dan pendidikan di nilai sebagai sumbangsih vital untuk masyarakat.
Ungkapan belasungkawa juga datang dari Tanggapan Keluarga, Rekan, Dan Sahabat Mengetahui Marissa Haque Meninggal Dunia. Mereka mengingat Marissa sebagai pribadi yang penuh semangat dan gigih dalam menjalani kehidupan. Meski di kenal tegas di bidang politik, ia tetap mempunyai sisi lembut sebagai seorang istri, ibu, dan teman yang setia. Selain itu, di media sosial, banyak penggemar dan rekan artis yang turut mengungkapkan rasa kehilangan mereka. Mereka mengenang Marissa sebagai sosok yang menjadi pengaruh besar. Bukan hanya melalui perannya di film dan sinetron, namun juga lewat perannya di dunia politik dan pendidikan. Pesan duka ini mengalir deras, menggambarkan betapa besar cinta dan penghargaan masyarakat terhadap Marissa.
Perjalanan Cinta Dengan Ikang Fawzi
Perjalanan cinta Marissa Haque dan Ikang Fawzi adalah salah satu kisah romantis yang populer di kalangan selebriti Indonesia. Keduanya pertama kali bertemu pada era delapan puluhan ketika masih aktif di dunia hiburan. Ikang, seorang musisi rock yang terkenal dengan suaranya yang unik, jatuh cinta pada Marissa. Yang saat itu sedang berada di puncak kariernya sebagai aktris. Perbedaan sifat mereka tidak menghambat hubungan ini. Ikang yang di kenal sebagai pria rock dengan gaya hidup bebas bertemu dengan Marissa yang berkarakter lembut. Walaupun berbeda, keduanya saling melengkapi satu sama lain.
Kisah cinta mereka resmi terwujud dalam pernikahan pada tahun 1986. Pernikahan mereka di nilai sebagai salah satu pernikahan artis yang awet dan harmonis. Walaupun berada di tengah sorotan media, pasangan ini mampu menjaga kehidupan pribadi mereka dari berita dan sensasi yang sering menghantui. Meskipun banyak rintangan yang harus di hadapi, baik dalam karier maupun kehidupan pribadi. Kebersamaan mereka sering terlihat dalam berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan sosial, politik, sampai urusan keluarga.
Salah satu kekuatan Perjalanan Cinta Dengan Ikang Fawzi adalah saling menghormati dan mendukung pekerjaan masing-masing. Ikang yang masuk ke dunia politik di sokong penuh oleh Marissa, begitu juga sebaliknya. Marissa, yang juga berkarier di dunia politik dan pendidikan, selalu di dampingi oleh Ikang untuk setiap Kegiatannya. Mereka sering tampil bersama dalam acara publik, menunjukkan keserasian dan cinta yang tetap kuat walaupun telah bersama selama puluhan tahun. Keberhasilan mereka menjaga kehangatan pernikahan di tengah karier yang sibuk menjadi contoh bagi banyak orang.
Karir Politik Dan Pendidikan Sebelum Marissa Haque Meninggal
Marissa Haque mempunyai karier politik yang panjang dan dinamis. Ia pertama kali menapaki dunia politik pada tahun 2004 dengan masuk ke PDIP, dan terpilih sebagai anggota DPR RI. Selama berkarier di DPR, Marissa fokus pada kondisi sosial, pendidikan, dan lingkungan. Namun, pada kesempatan berikutnya, ia berpindah ke PAN dan PPP karena tujuan politik yang berbeda. Di sektor pendidikan, Marissa juga merupakan akademisi yang di segani. Ia meraih gelar doktor dalam Syariah Ekonomi di Universitas Trisakti, menunjukkan keseriusannya dalam dunia akademik.
Selain itu, ia berperan sebagai dosen di Indonesia Banking School, memberikan dukungan penting dalam pengembangan pendidikan di Indonesia. Marissa juga aktif menulis buku dan jurnal ilmiah, terutama yang berhubungan dengan ekonomi syariah. Menjadi politikus, Marissa tidak hanya aktif di dalam parlemen, namun juga di kenal karena nyalinya menyampaikan kebenaran. Salah satu momen yang cukup terkenal adalah ketika ia melaporkan dugaan ijazah palsu Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah pada 2009. Ini menunjukkan sikap kritisnya terhadap ketidakadilan.
Perlu di ketahui Karir Politik Dan Pendidikan Sebelum Marissa Haque Meninggal, Pendidikan dan politik bagi Marissa Haque selalu berjalan beriringan. Ia memaksimalkan pengetahuannya di bidang akademik untuk memperkuat perjuangannya di dunia politik. Kariernya sebagai dosen juga menggambarkan niat untuk membentuk generasi muda yang cerdas dan berintegritas. Sebelum meninggal, Marissa tetap aktif dalam bidang pendidikan, acap kali berbagi pemikiran kritisnya tentang keadaan terkini. Warisan kecerdasan dan politiknya akan selalu di kenang sebagai upaya konkret dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan berpendidikan tinggi. Itulah tadi kabar duka mengenai Marissa Haque Meninggal.