
Korea Utara Resmi Buka Kawasan Wisata Baru Di Pantai Timur
Korea Utara Resmi Membuka Kawasan Wisata Baru Di Pantai Timur, Menandai Langkah Lain Dalam Usaha Pengembangan Sektor Pariwisata Domestik. Kawasan yang di namai Taman Pantai Yombunjin ini baru saja di resmikan dan terletak di Provinsi Hamgyong Utara, menurut laporan media Kumparan dan dokumen resmi media negara Korea Utara.
Opening Taman Pantai Yombunjin ini menunjukkan ambisi rezim Korea Utara untuk memperluas atraksi wisata. Meskipun negara itu di kenal sebagai salah satu yang paling tertutup dan sulit dijangkau wisatawan internasional di dunia.
Pengembangan kawasan wisata Pantai Yombunjin tidak terjadi dalam semalam. Proyek pembangunan di lokasi ini sebenarnya sudah mulai sejak Juli 2011 atas instruksi pemimpin saat itu, Kim Jong Il, namun sempat tertunda dalam waktu yang cukup lama.
Barulah dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan kembali di prioritaskan di bawah kepemimpinan Kim Jong Un. Yang memerintahkan peninjauan ulang desain hotel dan fasilitas lainnya di kawasan tersebut. Peresmian kawasan wisata ini di gelar dengan hadirnya pejabat setempat dan pernyataan resmi dari media pemerintah.
Menurut pejabat Komite Rakyat Provinsi Hamgyong Utara, Korea Utara, kawasan ini kini di lengkapi berbagai fasilitas modern. Mulai dari hotel, bioskop, toko, arena permainan, hingga fitur hiburan lain yang di rancang untuk menarik pengunjung.
Fasilitas Wisata di Taman Pantai Yombunjin
Taman Pantai Yombunjin bukan sekadar pantai biasa; kawasan ini di rancang sebagai zona wisata terpadu yang memadukan alam pesisir dengan fasilitas rekreasi modern untuk warga lokal maupun pengunjung.
Beberapa fasilitas yang di sebutkan dalam laporan termasuk:
- Area pantai yang rapi dan bersih untuk bersantai.
- Hotel dan penginapan dengan kamar yang nyaman dan akses langsung ke pantai.
- Fasilitas hiburan dan permainan, termasuk bioskop dan arena permainan digital.
- Toko dan kafe yang menyediakan makanan, minuman, dan barang-barang khas lokal sebagai oleh-oleh.
Penduduk setempat yang menghadiri upacara pembukaan mengatakan bahwa taman wisata ini akan memberikan “istirahat yang menyenangkan dan kenyamanan yang memuaskan”. Bukan hanya bagi warga provinsi setempat tetapi juga bagi tamu yang memadati kawasannya.
Upaya Pengembangan Pariwisata di Tengah Tekanan Ekonomi Korea Utara
Pembukaan Taman Pantai Yombunjin mengikuti langkah besar Korea Utara dalam beberapa tahun terakhir untuk mengembangkan pariwisata sebagai salah satu sektor penting ekonomi. Terutama karena negara itu mengalami tekanan ekonomi berat akibat sanksi internasional dan isolasi politik.
Kawasan wisata lain yang lebih besar, seperti Wonsan-Kalma Coastal Tourist Zone. Telah di buka sebelumnya di pantai timur dan diproyeksikan sebagai resort besar yang dapat menampung ribuan pengunjung. Kawasan ini juga di luncurkan dengan tujuan menambah devisa melalui tarikan wisatawan, meskipun hingga kini akses bagi turis asing masih dibatasi secara ketat.
Sektor pariwisata menjadi salah satu dari sedikit bidang yang secara teknis masih di izinkan oleh sanksi internasional. Sehingga Pyongyang melihatnya sebagai peluang untuk mencari sumber devisa termasuk dari tamu domestik dan tetangga terdekat seperti Rusia dan China.
Terbuka untuk Siapa?
Walau kawasan baru ini sudah di resmikan, aksesnya bagi wisatawan asing masih terbatas. Banyak laporan sebelumnya menunjukkan bahwa destinasi pariwisata besar di Korea Utara. Seperti resort Wonsan Kalma pada awalnya di buka untuk warga lokal atau wisatawan tertentu saja. Sementara pengunjung asing kadang belum sepenuhnya di izinkan masuk atau aksesnya di batasi oleh pemerintah.
Hal ini mencerminkan kebijakan pariwisata Korea Utara secara umum yang sangat selektif, meskipun selalu di gembar-gemborkan lewat media pemerintah sebagai tanda era baru pariwisata.
Makna Pembukaan Taman Pantai Yombunjin
Langkah membuka Taman Pantai Yombunjin memiliki beberapa makna strategis di dalam dan luar negeri:
- Penguatan pariwisata domestik, dengan menyediakan ruang rekreasi yang lebih menarik bagi warga Korea Utara.
- Upaya di versifikasi ekonomi dalam menghadapi pembatasan perdagangan dan sanksi global.
- Pernyataan terhadap dunia luar bahwa Korea Utara mampu mengembangkan fasilitas modern meskipun berada di bawah tekanan geopolitik.