
Jangan Sepele! Masalah Jantung Saat Tidak Bisa Tidur
Jangan Sepele! Masalah Jantung Saat Tidak Bisa Tidur Yang Menjadi Pemicu Utama Dalam Merusak Organ Penting Tersebut. Halo, bagaimana kabar anda teman-teman pejuang malam? Dan masih setia menatap langit-langit kamar tidur atau menyelami layar ponsel meskipun jam menunjukkan angka dua pagi? Saya tahu betapa menjengkelkannya ketika tubuh meminta istirahat, tetapi otak tidak ingin berhenti berputar. Apalagi, sepertinya tetap “terjaga” di malam hari. Terlebih yang menjadi kebiasaan umum. Tapi, pernahkah terlintas di pikiran anda bahwa insomnia bukan hanya masalah mata panda atau rasa lesu di pagi hari? Da salah satu organ vital yang secara diam-diam bekerja lebih keras adalah jantung. Ternyata, jika seseorang mengalami kekurangan tidur secara kronis, jantung mereka di paksa untuk ” lembur” tanpa ujung yang terlihat. Jadi Jangan Sepele sekarang. Mari kita coba cari tahu bagaimana “mendamaikan” dengan bantal agar jantung tetap aman dan terjaga.
Mengenai ulasan tentang Jangan Sepele! masalah jantung saat tidak bisa tidur sebelumnya telah di terbitkan oleh kompas.com.
Insomnia Perlaju Risiko Kardiovaskular
Insomnia menyebabkan masalah kardiovaskular karena dampaknya pada keseimbangan fisiologis yang mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah secara keseluruhan. Tidur adalah waktu pemulihan untuk sistem kardiovaskular. Namun, bagi penderita insomnia, proses pemulihan tidak terjadi. Insomnia menjaga tubuh dalam keadaan siaga atau stres, dan istirahat tidak tuntas. Ini meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatik. Dengan demikian, detak jantung meningkat dan tekanan darah tetap tinggi sepanjang malam. Secara alami, tekanan darah dan detak jantung harus menurun selama tidur. Kegagalan untuk menurun ini disebut tekanan darah non-dipping dan merupakan faktor risiko penting untuk penyakit jantung. Insomnia menyebabkan peningkatan hormon stres dan mengganggu keseimbangan hormon.
Jangan Sepele! Masalah Jantung Saat Tidak Bisa Tidur Yang Jangan Di Sepelekan
Sekarang kita kembali ke pembahasan tentang, Jangan Sepele! Masalah Jantung Saat Tidak Bisa Tidur Yang Jangan Di Sepelekan. Fakta-fakta lainnya termasuk:
Perlaju Risiko Hipertensi
Ini mungkin meningkatkan risiko tekanan darah tinggi (hipertensi). Karena gangguan tidur yang terjadi secara terus-menerus mempengaruhi mekanisme alami tubuh yang mengatur tekanan darah. Karena normalnya, tidur malam yang penuh dan berkualitas membantu menurunkan tekanan darah dan memungkinkan pembuluh darah. Serta jantung untuk beristirahat. Namun, pada penderita insomnia, proses ini terganggu. Akibatnya, tekanan darah cenderung tinggi bahkan di malam hari. Salah satu mekanisme utama yang terlibat adalah aktivasi berlebihan dari sistem saraf simpatik. Dan insomnia menjaga tubuh dalam keadaan siaga untuk waktu yang lama. Seolah-olah terus menerus terpapar stres. Akibatnya, hormon stres seperti adrenalin dan kortisol di lepaskan dalam jumlah yang lebih besar. Dan juga hormon-hormon ini menyebabkan pembuluh darah menyempit. Serta jantung memompa darah lebih keras, yang langsung meningkatkan tekanan darah. Selain itu, insomnia mengganggu ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang mengatur kenaikan dan penurunan tekanan darah selama periode 24 jam.
Bagi orang dengan pola tidur normal, tekanan darah turun saat tidur (nocturnal dipping). Dalam kasus penderita insomnia, penurunan ini tidak terjadi. Oleh karena itu, tekanan darah tetap tinggi sepanjang malam. Kondisi ini terbukti merugikan bagi risiko hipertensi kronis dan komplikasi kardiovaskular. Kekurangan tidur akibat insomnia juga menyebabkan perubahan pada fungsi pembuluh darah. Dinding pembuluh menjadi kurang elastis dan lebih kaku. Ini membuat aliran darah tidak lancar seperti sebelumnya. Kekakuan pembuluh darah membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah. Ini pada akhirnya akan menyebabkan peningkatan tekanan darah yang persisten seiring waktu. Hubungan insomnia dengan peningkatan peradangan dan stres oksidatif dalam tubuh juga perlu di catat. Peradangan kronis dapat merusak lapisan dalam pembuluh darah.
Hubungan Antara Insomnia Dan Penyakit Jantung
Ada juga Hubungan Antara Insomnia dan Penyakit Jantung. Dan fakta lainnya adalah.
Menyebabkan Peradangan Dalam Tubuh
Ini dapat memicu penyebab peradangan dalam tubuh, mengingat kurangnya tidur berkualitas mengganggu sistem imun dan siklus biologis, yang sangat penting bagi kondisi jantung. Tidur, dalam banyak kasus, membantu tubuh mengatur respons imun dan meminimalkan peradangan. Namun, ini tidak berlaku ketika seseorang menderita insomnia, terutama tipe kronis. Dan mekanisme pengendalian peradangan ini tidak efektif. Dalam kasus insomnia, tubuh berada dalam keadaan stres berkepanjangan. Sistem saraf simpatik dan sumbu hormon stres (hipotalamus-hipofisis-adrenal). Kemudian di aktifkan, yang mengklaim untuk merespons ketidakseimbangan. Ini mengakibatkan peningkatan pelepasan hormon stres kortisol dan adrenalin. Terlebih yang pada gilirannya menyebabkan pelepasan sejumlah faktor pro-inflamasi, terutama yang mendorong peradangan dalam sistem. Kurang tidur juga menyebabkan tubuh menghasilkan kadar penanda inflamasi sistemik yang tinggi. Contohnya seperti protein C-reaktif (CRP), interleukin-6 (IL-6), dan faktor nekrosis tumor-alpha (TNF-α), yang juga berbahaya dalam peradangan kronis.
Insomnia adalah contoh masalah mental yang seringkali tidak terlihat secara langsung dan membuat pasien tidak menyadari masalah tersebut dan mengembangkan peradangan. Ini dapat perlahan merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Peradangan yang disebabkan oleh insomnia sangat merusak pembuluh darah (endotel) dengan peradangan yang di sebabkan oleh insomnia. Lapisan endotel adalah lapisan pelindung pembuluh darah untuk menjaga elastisitasnya dan mengatur aliran darah. Peradangan yang terus-menerus menyebabkan penurunan fungsi endotelium. Ini menyebabkan pembuluh darah menjadi lebih kaku dan lebih mudah menyempit. Kondisi ini memudahkan terbentuknya plak lemak di dinding arteri (aterosklerosis). Selain itu, insomnia juga mengganggu keseimbangan sistem imun. Sel-sel imun menjadi lebih reaktif dan dapat memicu respons inflamasi bahkan tanpa adanya ancaman yang nyata. Respons imun yang berlebihan ini semakin mempercepat kerusakan jaringan. Karena yang pada gilirannya memperburuk proses inflamasi yang terkait dengan penyakit kardiovaskular.
Jangan Sepelekan Insomnia Dan Penyakit Jantung Yang Saling Terhubung
Korelasi tentang Jangan Sepelekan Insomnia Dan Penyakit Jantung Yang Saling Terhubung yang masih perlu di bahas. Fakta lain adalah:
Ini Memicu Peradangan Dalam Tubuh
Tentu saja, ini juga dapat memicu peradangan dalam tubuh karena kurangnya tidur berkualitas mengganggu sistem imun. Dan keseimbangan biologis yang penting bagi kesehatan jantung. Secara normal, tidur membantu tubuh mengatur respons imun dan meredam proses inflamasi. Namun, ketika seseorang mengalami insomnia berulang kali, atau kronis. Maka, mekanisme pengendalian peradangan ini tidak berfungsi dengan baik. Ketika insomnia terjadi, tubuh berada dalam kondisi stres fisiologis yang berkepanjangan. Sistem saraf simpatik dan sumbu hormon stres (hipotalamus-hipofisis-adrenal) HPA. Terutama HPA, menjadi terlalu aktif, sehingga meningkatkan produksi hormon stres kortisol dan adrenalin. Aktivasi ini memicu pelepasan sejumlah zat pro-inflamasi. Pro-inflamasi adalah senyawa yang mendorong peradangan dalam tubuh.
Kurangnya tidur meningkatkan kadar beberapa penanda inflamasi sistemik seperti protein C-reaktif (CRP), interleukin-6 (IL-6), dan faktor nekrosis tumor-alpha (TNF-α), yang terlibat dalam peradangan kronis tingkat rendah. Meskipun peradangan semacam itu sering kali tidak terlihat, hal ini dapat perlahan merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Peradangan yang disebabkan oleh kurang tidur dapat sangat berbahaya bagi pembuluh darah (endotelium), yang bertanggung jawab untuk menjaga fleksibilitas pembuluh dan mengatur aliran darah. Ketika endothelitis (peradangan endotel) terjadi, mikrovaskular menjadi semakin kaku dan dapat menyempit. Kondisi ini meningkatkan risiko aterosklerosis (pembentukan plak lemak di dinding arteri). Selain itu, kurang tidur mengganggu keseimbangan sistem imun, membuat sel-sel imun lebih reaktif dan rentan untuk memicu respons inflamasi tanpa adanya bahaya.
Jadi itu adalah beberapa fakta tentang jantung yang dapat di pertaruhkan dan berhati-hati ketika anda mengalami masalah tidur dan Jangan Sepele!